![]() |
| Sumber: Google |
Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman telah menyebutkan,
korban luka-luka akibat gempa bumi yang menerjang Kabupaten Solok Selatan,
Sumatera Barat sampai siang ini sudah mencapai sekitar 42 orang.
"Mereka kami rawat di tiga puskesmas dan satu orang kami
rujuk ke RSUD," kata Novirman di Padang, Kamis (28/2/2019).
"Warga yang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan
bangunan rumah dan dirawat di tiga puskesmas, meliputi Puskesmas Mercu 35
orang, Puskesmas Abai tiga orang, Puskesmas Talunan dua orang, dan Puskesmas
Bidar Alam dua orang (satu orang rujuk ke RSUD)," jelasnya.
Ia mengatakan sebagian besar luka yang dialami warga di
bagian atas badan karena tertimpa reruntuhan bangunan.
"Seperti di kepala. Bahkan ada satu warga yang kepalanya
harus mendapatkan 12 jahitan," ujarnya.
Dinas Kesehatan mendirikan sudah tiga posko kesehatan dan
juga petugasnya untuk penanganan warga yang menjadi korban gempa bumi, yakni di
Sei Kunyit, Talunan, dan Sangir Jujuan.
"Posko kesehatan untuk menangani korban-korban yang luka
ringan. Untuk persediaan obat-obatan cukup," ujarnya.
Berdasarkan Data BNPB, 101 rumah rusak tersebar di kawasan
Nagari yang meliputi 30 rumah rusak sedang di Nagari Talunan Maju, Kecamatan
Sangor Balai Janggo.
Selain itu, empat rumah rusak berat dan enam rumah rusak
sedang di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Jangjo.
Satu rumah rusak berat dan 30 rumah rusak sedang serta rusak
ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo.
Sebanyak 30 rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah
Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batanghari.
BPBD Kabupaten Solok Selatan masih melakukan pendataan atas
berbagai kerusakan akibat gempat itu.
Diberitakan sebelumnya, Solok Selatan diguncang dua kali
gempa pada Kamis dengan kekuatan magnitudo 4,8 sekitar pukul 01.55.02 WIB dan
pukul 06.27.05 WIB yang berkekuatan magnitudo 5,3.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar