![]() |
| Sumber: Google |
Saya akan
memberikan informasi dan juga sebuah pelajaran untuk kita semua seputar Kasus
Misbakhun atau beberapa orang kenal sebagai MM terkait hal yang
bersangkutan dengan dia, yaitu Misbakhun
Korupsi.
Kasus Misbakhun bisa menjadi pembelajaran untuk para
petinggi atau tersendiri tentang apa yang sudah menimpa Misbakhun dan salah seorang aktivis Hak Angket Bank Century Mukhamad Misbakhun. Tidak boleh ada lagi
ada pemimpin yang mempergunakan kekuasaannya untuk "membungkam" anak
bangsa yang kritis dan mengungkapkan sebuah kasus, seperti kasus Misbakhun.
"Penguasa
yang tirani seperti itu, cepat atau lambat akan menuai badai karena yang
menyedihkan saat mereka tidak lagi berkuasa, mereka akan menghadapi pengadilan
dan hukuman yang sama," kata Bambang, yang juga salah seorang aktivis hak
angket kasus Bank Century di DPR.
Bambang Soesatyo pun mencontohkan
perihal kasus seorang mantan Presiden Moamar Khadafi di Libya yang meninggal di
seklokan pada kala itu. Dan seorang mantan Presiden Filipina yaitu Arroyo yang
sudah menjadi pesakitan pada saat di pengadilan dengan tuduhan karena
keterlibatannya dalam suatu kecurangan, dan mantan-mantan penguasa di berbagai
belahan dunia ini yang pernah memerintahkan berlaku zholim dan berakhir
menyedihkan dan sengsara.
Sebelumnya,
sempat menjadi tersangka dalam kasus dugaan L/C fiktif Bank Century pada tahun
2010 silam atas dugaan Misbakhun korupsi.
Saat itu, Misbakhun yang menjabat
sebagai anggota Komisi XI dari Fraksi PKS. Setelah menjadi tersangka, Fraksi
PKS kemudian menggantikan Misbakhun
dengan Muhammad Firdaus. Tetapi, setelah digantikan, ternyata Mahkamah Agung
memutuskan Misbakhun tidak bersalah.
Misbakhun sempat meminta partainya
melakukan rehabilitasi atas nama baiknya, tetapi permintaan itu tidak
direalisasikan hingga kini.
"Dikabulkannya
Peninjauan Kembali (PK) Misbakhun
oleh Mahkamah Agung atas tudingan Misbakhun
korupsi yang menyeret dirinya ke penjara dan kehilangan kedudukannya
sebagai anggota DPR, terkait Bank Century saat kasus itu diungkap, menjadi
bukti adanya kriminalisasi terhadap anggota DPR yang vokal dan kritis,"
jelasnya.
Politikus
Partai Golkar itu juga yakin jika penguasa saat ini akan tertimpa sejumlah
kasus setelah tidak menjabat lagi. "Akan berakhir menyedihkan saat dia
tidak berkuasa, ini harus menjadi renungan kita semua,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar